()

Ada 3 hal lahir dan batin yang menghalangi atau menghambat hati menuju kepada Alloh Swt :
1. Syirik
( bisa dilenyapkan dengan memurnikan tauhid kepada Alloh Swt.)
2. Bid’ah dan khurafat
( bisa dihapus dengan cara mengamalkan sunnah Nabi Saw. Yang shahih)
3. Maksiat dan mungkar
( bisa dihancurkan dengan cara bertobat nasuha)

Setiap Manusia memperoleh 3 ketetapan Allah SWT yang tidak mungkin luput darinya :

1. Perintah dan larangan yang harus dipatuhi

2. Takdir yang terdiri atas musibah dan aib.

3. Kebahagiaan yang beragam

Segala sesuatu yang mempunyai massa dan ruang disebut materi.Di alam semesta ini berbagai materi dapat kita saksikan dengan begitu beragamnya, baik dari segi fasa/wujud, warna, bau, kekerasan dan lain-lain.Baik yang langsung dapat dimanfaatkan oleh kita, maupun yang perlu adanya proses pengolahan lebih lanjut.Contoh materi dapat disebutkan di sini antara lain : kayu, tanah, air, udara, besi, pasir dan lain-lain.Kita sebagai manusia yang beriman dan bertaqwa wajib untuk mengkajinya guna lebih mengingat dan mensyukuri nikmat Allah SWT. Sebab dengan meneliti, mengkaji materi kita akan lebih tahu komposisi materi, sifat materi, struktur materi dan lain-lain yang kesemuanya itu akan mengantarkan kita akan merasa betapa kecil dan kerdilnya kita dan sebaliknya munculnya perasaan betapa besar dan kuasanya Allah SWT.Yang kesemuanya itu merupakan salah satu sifat orang-orang yang beriman.Sesuai dengan yang difirmankan oleh Allah SWT, dalam Al Qur’an , surat Yunus, ayat 101 , yang artinya sbb.:
“Katakanlah: “Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman”.
Dan juga patut kita renungkan firman Allah SWT pada Al Qur’an , surat Ad-Dzukhaan, ayat 38-39 , yang artinya sbb.:
“ Dan kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan bermain-main. Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan haq, tetapi kebanyakan mereka tidak Mengetahui.”
Untuk mengkajinya lebih lanjut perlu adanya penggolongan materi agar lebih mudah untuk mendalaminya, karena materi di alam semesta ini begitu beragam, baik jumlah maupun jenisnya.
Dari penggolongan materi tersebut di atas yang akan dikaji adalah senyawa, yang merupakan kelompok materi Zat Tunggal.Secara khusus Senyawa didefinisikan sebagai Zat Tunggal yang dengan cara reaksi kimia biasa dapat diuraikan menjadi unsur-unsur penyusunnya. (lagi…)

Kesehatan adalah sesuatu yang pasti didambakan setiap insan dimanapun di penjuru jagat raya ini.
Memang, tanpa kesehatan seberapapun harta yang kita miliki, jabatan yang kita pegangi, kawan yang kita punyai, rasanya hampa, sepi bahkan sepo.
Meskipun bagi orang beriman, tetap kesehatan bukan segalanya, sebab itu merupakan the second factor after iman kepada Alloh Swt.

Kembali ke kesehatan, betapa itu merupakan barang mahal yang kalau sedang tidak berpihak kepada kita, akan kita beli betapapun mahalnya dan dengan apapun , tetapi bagi orang yang ber-iman tetap harus dalam koridor syar’I dalam mencari obat.Orang yang ber-iman InsyaAlloh tidak akan menggunakan atau mencari obat yang asal-asalan.
Saya mengajak kepada kita semua, khususnya diri saya sendiri, mari kita jaga kesehatan, jangan menunggu sampai kita ditinggalkan kesehatan, dengan menggunakan obat Ilahiah yang pasti ilmiah.
Apa itu ? (lagi…)

Untuk membayangkan bahwa materi memiliki wujud di luar otak adalah tipuan belaka. Penampakan yang kita saksikan sangat mungkin berasal dari sumber tiruan.

Hal ini dapat dipahami dengan contoh berikut. Pertama-tama, marilah kita anggap kita dapat mengeluarkan otak dari tubuh kita dan menjaganya agar tetap hidup dalam sebuah toples kaca. Lalu kita ambil komputer dengan beragam informasi yang dapat direkam di dalamnya. Terakhir, marilah kita masukkan sinyal-sinyal listrik dari semua data yang dapat memunculkan situasi seperti gambar, suara dan rasa ke dalam komputer ini.
 
Marilah kita hubungkan komputer ini dengan pusat penginderaan dalam otak kita menggunakan kabel elektroda, dan mengirim data yang telah terekam ke otak kita. Di saat otak kita merasakan sinyal-sinyal ini, ia akan melihat dan hidup dalam situasi yang dimunculkan sinyal-sinyal ini.

Dari komputer ini, kita juga dapat mengirim ke otak kita sinyal-sinyal tentang gambaran diri kita. Misalnya, kita dapat mengirim ke otak kita sinyal-sinyal yang berhubungan dengan indera penglihatan, pendengaran dan peraba yang kita rasakan ketika kita duduk di kursi. Dalam keadaan ini, otak kita akan menganggap dirinya sebagai seorang pebisnis yang sedang duduk di kantornya.

Dunia bayangan ini akan berlangsung selama rangsangan terus-menerus datang dari komputer tersebut. Kita tak pernah menyadari bahwa kita hanya terdiri dari otak.

Sungguh sangat mudah kita terkecoh dan mempercayai penampakan, yang tanpa disertai wujud materi, sebagai hal yang nyata. Inilah yang sebenarnya terjadi dalam mimpi kita. (lagi…)

Mari berbagi ilmu untuk hidup yang fana ini, semoga apa yang kita perbuat menjadi bekal hidup nanti di yaumil akhir.

Amien-amien-amien Ya Robbil ‘alamin.